Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu berkata: para senior kami dari sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kami, beliau berkata: “Janganlah kalian mencaci maki para pemimpin kalian, janganlah berbuat curang kepada mereka dan janganlah membenci mereka. Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah karena perkaranya itu telah dekat.” (As-Sunnah 2/488 oleh Ibnu Abi ‘Ashim)
Abu Darda’ Radhiyallahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya awal kemunafikan seseorang itu adalah (ketika) celaannya kepada pemimpinnya.” (Syu’abu Al-Iman 7/48 oleh Imam Al-Baihaqi).
Abu Umamah Radhiyallahu ‘anhu berkata: “Janganlah kalian mencaci maki Al-Hajjaj, karena dia adalah pemimpin kalian.” (At-Tarikh Al-Kabir 7/18 oleh Imam Al-Bukhari)**
Dari Abu Hamzah Adh-Dhuba’i beliau berkata: “Ketika telah sampai kepadaku berita tentang kebakaran Ka’bah maka aku pun pergi ke Makkah dan menemuai Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma hingga beliau pun mengenalku dan menyambutku. Dan aku mencela Al-Hajjaj dihadapan beliau. Maka Ibnu Abbas berkata: “Jangan menjadi pembantu setan.” (At-Tarikh Al-Kabir 8/104 oleh Imam Al-Bukhari).
Dari Az-Zirbiqan dia berkata: “Aku pernah berada di samping Abu Wail Syaqiq bin Salamah. Aku pun mencela Al-Hajjaj dan aku sebutkan kejelekan-kejelekannya. Beliau pun berkata: ‘Jangan engkau mencelanya, barangkali dia berdoa “Ya Allah ampunilah aku” lalu Allah mengampuninya’.” (Az-Zuhd 2/464 oleh Al-Hannad)
Diringkas dari kitab Mu’amalatu Al-Hukkam hal. 149- 156 oleh Syaikh Abdussalam bin Barjas rahimahullah. ** Padahal Al-Hajjaj dikabarkan telah membunuh 120 ribu jiwa, diantaranya adalah sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.